Kesulitan yang biasanya dihadapi oleh
trader baru setelah dia menyadari pentingnya analisis sebelum melakukan
open position adalah: bagaimana memilih indikator yang paling tepat.
Terus terang waktu pertama kali saya mencoba melakukan open position,
saya sama sekali belum paham satu indikator pun. Alhasil, saya cuma bisa
melihat dan megira-ngira gerakan chart, itupun chart yang saya amati
berbentuk garis! Karena bagaimana memilih type chart-pun saya belum tau.
Baru setelah beberapa lama, saya
menyadari bahwa cara open position yang asal tebak seperti itu sama
sekali tidak bisa dipertanggungjawabkan hasilnya. Akhirnya, saya mulai
terpacu untuk mencoba memahami indikator dan masing-masing fungsinya.
Tapi ternyata kesadaran akan perlunya indikator ini justru awal dari
masalah yang lain. Bukan apa-apa, saking banyaknya indikator yang
tersedia dan coba saya pahami, akhirnya saya jadi bingung sendiri,
indikator mana yang harus dipakai?
Hal pertama yang saya coba lakukan adalah
bertanya kepada temen-temen trader senior, indikator apa yang biasa
mereka pakai. Tapi ternyata ini juga tidak menyelesaikan masalah,
karena, masing-masing trader ternyata mempunyai indikator andalan yang
berbeda-beda. Nah lo, makin bingunglah saya. Sebenernya, indikator apa
sih yang paling baik? Mungkin saat ini ada diantara anda yang sedang
mengalami kesulitan sama seperti saya waktu itu.
Hal
pertama yang perlu anda pahami adalah: setiap indikator itu punya
keunggulan dan kelemahan masing-masing. Kalau anda cukup telaten dan
cukup punya banyak waktu, anda bisa telaah sendiri masing-masing
keunggulan dan kelemahan dari indikator-indikator tersebut.