Comments

Dasar Analisis Teknikal

By Cak Qodor | At 06.09 | Label : | 0 Comments
Dasar Analisis Teknikal.
Analisis teknikal bisa membantu Anda untuk mempelajari karakter pergerakan harga. Semakin Anda menguasai analisis teknikal maka Anda akan semakin mampu mengenali peluang keuntungan luar biasa yang tersimpan dalam pergerakan harga. Oleh karena itu, Anda harus memiliki dasar analisis teknikal terlebih dahulu. Kali ini, Anda akan mempelajari dasar-dasar yang Anda butuhkan untuk bisa melakukan transaksi dengan baik.

ekarang bayangkan bahwa pasar forex itu adalah hutan rimba yang ingin Anda jelajahi. Lalu sekarang, pikirkan apa saja yang harus Anda miliki sebelum menjelajahi hutan rimba itu. Mungkin Anda perlu berpikir untuk mempersiapkan peta dan kompas, juga mungkin senjata untuk menghadapi kemungkinan serangan binatang buas. Jangan lupakan juga senter untuk membantu Anda melihat dalam kegelapan.
Dalam trading, analisis teknikal bisa kita analogikan dengan peralatan yang perlu Anda persiapkan sebelum menjelajahi hutan. Kabar buruknya, pasar itu pada dasarnya sama sangat sulit untuk bisa ditebak karena besarnya volume dan banyaknya peserta pasar. Kabar baiknya, para trader handal terdahulu telah menemukan bahwa analisis teknikal bisa membantu Anda untuk memperkirakan pergerakan harga. Memang mungkin tidak akan 100% akurat, namun paling tidak bisa mendekati 100%. Nanti, pada pembahasan yang lebih lanjut, Anda akan tahu bahwa tingkat akurasi 60% pun bisa membawa keuntungan yang lumayan bagi kita. Mau tahu? Anda tinggal mengikuti modul edukasi ini tahap demi tahap.
Ada tiga hal yang mendasari analisis teknikal. Tiga dasar tersebut adalah:
1. Market action discounts everything
Salah satu keuntungan dalam menggunakan analisis teknikal adalah bahwa pergerakan harga (price action) cenderung mencerminkan informasi yang beredar di pasar. Apakah itu rumor atau sentimen. Dengan demikian, maka hal yang Anda butuhkan untuk mengambil keputusan adalah apa yang Anda bisa lihat dari pergerakan harga itu sendiri. Anda tidak perlu dipusingkan oleh berita atau rumor, misalnya, mengenai si Anu mau melakukan ini atau itu. Cukup perhatikan price action-nya. Tenang… tenang… nanti Anda akan sampai ke topik itu. Ikuti saja modul ini sampai selesai.
2. Prices move in trend
Harga bergerak dalam tren, begitu bunyi dasar yang ke-2. Maksudnya adalah bahwa pergerakan harga cenderung bergerak dalam arah (trend) tertentu sampai suatu saat tren tersebut akan berakhir. Arahnya bisa naik, turun, atau datar-datar saja. Dengan mengetahui tren pasar, maka Anda akan bisa mengambil keputusan yang tepat.
3. History repeats itself
Sejarah selalu berulang. Para technician (sebutan untuk trader ber-”haluan” analisis teknikal) menemukan bahwa pergerakan harga cenderung membentuk pola-pola tertentu. Pola-pola ini pun memiliki kecenderungan berulang dari masa ke masa. Dengan demikian, berulangnya pola-pola tersebut bisa dimanfaatkan untuk memperkirakan ke mana arah pergerakan harga selanjutnya berdasarkan “sejarah” yang tercatat ketika pola-pola yang sama muncul di masa lalu.
Analisis teknikal bisa jadi sangat subyektif. Dua orang analis yang mencermati chart yang sama bisa saja memiliki pandangan yang berbeda. Ini bisa terjadi karena keduanya memiliki style yang berbeda. Namun ternyata subyektivitas ini bisa diantisipasi dengan dasar analisis teknikal yang mantap. Hal yang penting bagi Anda saat ini adalah memahami prinsip dasar analisis teknikal dulu, sehingga nanti akan lebih mudah memahami analisis teknikal yang lebih kompleks dan canggih. Setelah Anda sukses menamatkan modul edukasi ini, mudah-mudahan Anda akan lebih siap menjadi trader.

BELAJAR TARDING KELAS PEMULA

By Cak Qodor | At 05.57 | Label : | 0 Comments

Kelas Pemula /

‘Highlight’ Business
Perdagangan berjangka memiliki beberapa perbedaan dibandingkan dengan bentuk perdagangan lain. Perbedaan-perbedaan inilah yang justru menjadi daya tarik yang luar biasa akan perdagangan berjangka. Anda akan mengenal istilah ‘two-way opportunity’ dan ‘leverage’, yang tidak Anda dapatkan dalam bentuk perdagangan instrumen finansial pada umumnya. Bahkan, di perdagangan saham pun akan sangat sulit Anda temukan.


Pengenalan Forex

Mungkin Anda pernah mendengar kata “Forex”. Sebagai pendahuluan, kita akan membahas mengenai forex itu sendiri.
Apakah sebenarnya “forex” itu? Forex adalah akronim (singkatan) dari “Foreign Exchange”, atau pertukaran mata uang asing. Istilah yang lebih sering umum adalah valuta asing (valas).
Berbicara mengenai forex (valas) berarti berbicara mengenai nilai suatu mata uang terhadap mata uang lain. Mata uang tersebut dibandingkan nilainya terhadap mata uang yang lain, yang kemudian membentuk “valuta” atau “kurs”. Contoh yang paling Anda kenal mungkin adalah kurs dollar Amerika (USD) dengan mata uang Indonesia: yaitu rupiah (IDR). Perbandingan nilai USD dengan IDR itulah yang kemudian Anda kenal dengan istilah “kurs dollar terhadap rupiah”. Jika Anda lihat di bank-bank atau money changer, atau jika Anda juga mencermati perkembangan valas di televisi atau koran, kurs dollar terhadap rupiah ini sering dituliskan dengan simbol USD/IDR.







Anda tentu mengetahui bahwa dalam sepuluh tahun terakhir, perkembangan perdagangan forex (forex trading) di Indonesia sangat pesat. Hampir seluruh lapisan masyarakat telah mengenal forex atau bahkan terlibat langsung dalam perdagangan forex. Hal ini cukup wajar mengingat peluang yang bisa diraih dalam perdagangan forex sangatlah besar. Besarnya peluang tersebut antara lain karena memang pasar uang merupakan pasar finansial yang terbesar di dunia, mengingat semua kegiatan ekonomi di dunia ini pasti bermuara ke mata uang. Volume hariannya lebih dari 3 trilyun dollar per hari! Bisa dikatakan pasar uang akan tetap berjalan selama manusia masih melakukan kegiatan ekonomi. Faktanya, jika Anda bertransaksi forex secara online, Anda bisa melakukan transaksi kapan pun yang Anda mau selama 24 jam dalam sehari dan lima hari dalam seminggu (Senin hingga Jumat).







Perbandingan Forex vs New York Stock Exchange

Berikut ini adalah grafik perbandingan antara rata-rata volume harian di pasar uang dengan rata-rata volume transaksi yang terjadi di bursa saham New York (New York Stock Exchange). Jika Anda cermati grafik di bawah ini, Anda akan bisa melihat bahwa volume transaksi harian rata-rata di pasar uang hampir sembilan kali lipat lebih besar daripada yang berlangsung di NYSE.



Jual Beli dalam Forex Tading

Pernahkah Anda menukar rupiah Anda (IDR) ke dollar Amerika (USD)? Atau, mungkin Anda pernah menukar USD dengan EUR (euro)? Nah, pada saat itu sebenarnya Anda sedang terlibat di pasar uang. Tindakan “menukar” IDR ke USD atau USD ke EUR merupakan transaksi forex! Pada saat itu Anda sedang melakuan kegiatan jual beli valuta asing. Ketika Anda “menukar” IDR Anda ke USD, pada dasarnya Anda sedang menjual IDR Anda dan pada saat yang sama: membeli USD.
Anda bisa melakukan transaksi semacam ini melalui bank atau money changer. Anda tinggal datang ke bank atau money changer lalu melakukan transaksi valas tersebut. Atau Anda tinggal menelepon treasury officer di bank kepercayaan Anda untuk melaksanakan transaksi tersebut. Kita sebut saja cara transaksi seperti ini sebagai cara transaksi yang konvensional.







Seiring perkembangan teknologi, tahukah Anda bahwa sekarang Anda bisa dengan mudah melakukan transaksi serupa secara online? Anda tidak perlu ke mana-mana lagi untuk melakukan transaksi forex. Cukup dari rumah atau tempat mana pun yang Anda inginkan, yang penting ada komputer dan sambungan ke internet. Ditemani secangkir kopi atau teh hangat, Anda bisa trading dari kursi atau sofa Anda yang nyaman, bahkan mungkin dari atas tempat tidur!
Ada sedikit perbedaan antara trading forex melalui broker online dengan transaksi valas yang mungkin biasa dilakukan sebagian besar masyarakat kita di bank atau money changer. Hampir semua broker forex online memfasilitasi transaksi forex dengan sistem kontrak dan marjin (margin). Berikut ini adalah beberapa poin terkait trading online (dengan sistem margin).




 

Dalam hal ini, obyek perdagangannya masih sama. Apa itu? Tentu saja uang. Namun di sini yang Anda transaksikan adalah kontrak berdasarkan nilai dari mata uang tersebut. Mungkin agak sedikit membingungkan. Tidak perlu bingung, nanti akan ada penjelasan lebih jauh mengenai hal ini. Tapi secara sederhana, anggap saja melakukan transaksi mata uang tertentu seolah-olah membeli “saham” negara tertentu. Pergerakan nilai mata uang negara tersebut merupakan gambaran tidak langsung dari sentimen pasar terhadap perekonomian negara tersebut. Ada beberapa mata uang yang disebut “major currency”. Mereka adalah mata uang dari negara-negara maju dan ditransaksikan secara luas di pasar uang dunia. Berikut adalah tabel daftar mata uang yang termasuk dalam major currency.
Negara Simbol (Mata Uang) Nickname
Amerika Serikat USD (Dollar) Greenback
Anggota zona euro EUR (Euro) Fiber
Jepang JPY (Yen) Yen
Inggris GBP (Poundsterling) Cable
Swiss CHF (Franc) Swissy
Kanada CAD (Dollar) Loonie
Australia AUD (Dollar) Aussie
New Zealand NZD (Dollar) Kiwi
Secara internasional, simbol mata uang terdiri atas tiga huruf. Dua huruf pertama merupakan identitas dari negara asal mata uang tersebut, biasanya merupakan inisial negara tersebut. Huruf yang ketiga merupakan inisial dari nama mata uangnya.
Sebagai contoh: USD. Dua huruf pertama (US) merupakan inisial dari nama negara: United States, yang juga dikenal dengan nama Amerika Serikat dalam bahasa Indonesia. Yang unik adalah CHF, simbol mata uang Swiss franc. CH merupakan inisial dari Confoederatio Helvetica yang merupakan nama latin dari Konfederasi Swiss, sedangkan huruf F-nya adalah inisial mata uangnya: franc.




2. Leverage & Contract Size

Para broker forex online menerapkan leverage dalam melaksanakan trading forex. Dengan danya leverage ini, dana yang relatif kecil bisa melakukan transaksi dengan nilai kontrak yang jauh lebih besar. Ini karena jasa leverage, yang kalau kita artikan adalah “daya ungkit”. Mungkin akan lebih mudah kalau kita analogikan dengan dongkrak mobil. Dengan dongkrak, Anda hanya membutuhkan sedikit tenaga untuk bisa mengangkat bodi mobil kita yang beratnya mungkin ratusan kilogram. Nah, “cara kerja” leverage ini kira-kira ya seperti dongkrak mobil itu tadi.
Contoh penerapannya seperti ini:
Pada broker yang menerapkan leverage 1:100, maka Anda cukup membutuhkan dana sebesar $1,000 saja untuk melakukan transaksi senilai $100,000. Uang sejumlah $1,000 itu disebut sebagai margin, sedangkan nilai transaksi sebesar $100,000 itu disebut Contract Size. Artinya, modal yang Anda butuhkan hanya 1% saja.
Sedangkan kalau Anda melakukan transaksi valas konvensional, untuk bertransaksi sebesar $100,000 maka Anda harus menyediakan modal senilai dengan $100,000. Dengan kata lain, modal yang Anda butuhkan sebesar 100%.







3. Arah transaksi

Disebut juga dengan “two-way opportunity”. Artinya, Anda tetap bisa mencari peluang keuntungan pada saat market sedang naik atau turun.
Ada dua jenis transaksi: beli (buy) dan jual (sell). Transaksi BUY juga sering disebut dengan LONG, sedangkan SELL juga disebut SHORT. Jika harga sedang dalam kedaan naik, maka transaksi BUY(LONG) bisa Anda lakukan untuk mencari keuntungan. Sebaliknya jika harga sedang turun, jangan khawatir karena dengan melakukan transaksi SELL (SHORT) Anda juga bisa meraih keuntungan. Mengapa bisa demikian, akan kita bahas nanti.

4. Waktu perdagangan

 

Telah disinggung bahwa waktu bahwa perdagangan forex berlangsung 24 x 5, yaitu 24 jam sehari dan 5 hari seminggu. Ini karena pasar finansial dunia berjalan silih berganti dalam sehari. Berikut ini adalah tabel waktu perdagangan dunia:
Time zone GMT WIB*
New Zealand buka 23:30 04:30
Tokyo buka 00:00 07:00
New Zealand tutup (Tokyo masih buka) 07:00 14:00
London buka 08:00 15:00
Tokyo tutup (London masih buka) 09:00 16:00
New York buka 13:00 19:00
London tutup (New York masih buka) 17:00 24:00
New York tutup 22:30 03:30
* pada musim dingin, untuk WIB adalah GMT+8
Sedangkan jika Anda melakukan transaksi valas biasa, Anda harus menunggu money changer atau bank-nya buka. Sebagai catatan, bank di Indonesia rata-rata sudah tidak melayani transaksi forex di atas pukul 15.00 atau 16.00 WIB.

5. Cara bertransaksi

Teknologi semakin canggih. Zaman sekarang semua serba online. Mau bayar tagihan listrik, mengirim uang ke teman atau keluarga, atau belanja sekalipun, Anda tak perlu keluar rumah lagi. Yang perlu Anda lakukan tinggal menyalakan komputer, tersambung ke internet, lalu voila!Transaksi pun terjadi.
Forex trading pun demikian. Untuk melakukan transaksi valas, yang Anda perlukan hanyalah komputer yang tersambung dengan internet. Bahkan ada beberapa broker yang menyediakan fasilitas mobile trading bagi nasabahnya. Dengan fasilitas itu, Anda bisa melakukan transaksi lewat PDA atau smart phone yang Anda punya.
Bandingkan kepraktisannya apabila Anda harus datang ke bank atau money changer untuk melakukan transaksi.

Quote
Telah disebutkan sebelumnya bahwa mata uang ditransaksikan dalam currency pair. Sebelum melangkah lebih jauh, kita akan mempelajari mengenai currency pair itu sendiri.
Dilihat dari jenisnya, currency pairs dibagi menjadi dua:
1. Major Currency Pairs, atau Majors Yaitu currency pair yang melibatkan mata uang major dan ditransaksikan terhadap USD. Yang termasuk major currency pair adalah EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD, NZD/USD, USD/JPY, USD/CHF dan USD/CAD.
2. Cross Currency Pairs, atau Cross Rates Yaitu currency pair yang tidak melibatkan USD. Misalnya EUR/GBP, EUR/CHF, GBP/JPY dan lain-lain.
Mata uang yang disebutkan pertama kita sebut sebagai base currency, sedangkan mata uang yang ke dua kita sebut sebagai counter currency. Ketika Anda melakukan transaksi BELI (BUY), maka sebenarnya Anda MEMBELI base currency dan pada saat yang sama MENJUAL counter currency. Sebaliknya, ketika Anda melakukan transaksi JUAL (SELL), maka yang Anda lakukan adalah MENJUAL base currency dan pada saat yang sama MEMBELI counter currency. Inilah salah satu sebab mengapa Anda bisa melakukan SHORT (SELL/JUAL) terlebih dahulu ketika harga turun. Misalnya, ketika Anda melakukan SELL EUR/USD, maka semakin harga EUR/USD turun, semakin besar keuntungan yang Anda peroleh.
OK, Anda sudah tahu bahwa ada yang namanya majors dan cross rates. Nah, sekarang Anda akan mempelajari cara membaca harga yang berasal dari kurs dari pasangan-pasangan mata uang tersebut di atas.
Bid/Ask
Dalam perdagangan forex, currency pair diperdagangkan dalam basis harga BID dan ASK. Harga BID meruakan patokan bagi Anda jika Anda ingin melakukan transaksi SELL, sedangkan harga ASK sebaliknya, merupakan patokan bagi Anda untuk melakukan transaksi BUY.
Penulisan Bid dan Ask biasanya seperti ini:
Dari contoh di atas, harga BID-nya adalah 1.30000, sementara harga ASK-nya adalah 1.30020. Jadi kalau Anda mau melakukan transaksi BUY, maka transaksi Anda itu akan dilakukan di harga 1.30020. Sebaliknya, kalau Anda mau melakukan transaksi SELL, maka transaksi Anda itu akan dilakukan di harga 1.30000. Gampang kan?
Anda juga bisa melihat bahwa harga ASK selalu lebih tinggi daripada BID. Perbedaan antara ASK dengan BID itu kita sebut sebagai spread.
BID juga sering disebut sebagai KURS BELI. Artinya harga inilah yang dipergunakan pedagang jika mereka mau MEMBELI dari Anda. Sebaliknya, ASK memiliki nama lain sebagai KURS JUAL, yang artinya pada pedagang selalu menggunakan harga ini ketika mereka akan MENJUAL kepada Anda. Dengan demikian, berdasarkan contoh di atas, jika Anda akan membeli EUR dari pedagang maka harganya adalah sebesar 1.30020 per USD. Sebaliknya jika Anda mau menjual EUR ke pedagang maka harganya adala

Belajar Forex

By Cak Qodor | At 05.49 | Label : | 0 Comments

Selamat Datang


Anda telah memutuskan untuk mempelajari lebih dalam mengenai seluk-beluk FOREX trading. Halaman edukasi ini memang khusus disediakan untuk Anda agar Anda bisa lebih cepat mengerti dan memahami A sampai Z tentang FOREX. Dengan demikian, Anda akan lebih cepat bisa terjun ke dunia FOREX trading yang memang memiliki potensi luar biasa.

1. Kelas Pemula
Belajar forex trading secara sederhana dan menarik. Sering kali orang bilang bahwa forex itu sulit, tentu saja karena mereka tidak mengetahui dasar nya.
Mulai Belajar Kelas Pemula


2. Kelas Dasar
Disini kita akan mulai berkenalan dengan berbagai macam indikator trading yang dapat membantu dalam membaca arah pergerakan pasar.
Mulai Belajar Kelas Dasar

3. Kelas Lanjutan
Metode analisis hanya dengan mengamati price action, mengenali indikasi bullish atau bearish dengan memperhatikan chart tanpa indikator apa pun.
Mulai Belajar Kelas Lanjutan

4. Kelas Mahir
Pelajari cara memadukan indikator teknikal, dan prinsip-prinsip dalam membangun sistem trading, manajemen resiko dan manajemen modal.

Apa yang Anda butuhkan untuk memulai trading?
Di “Tingkat Pemula” ini Anda akan mempelajari dasar-dasar bisnis ini. Anda akan mengetahui beberapa hal penting yang akan menunjang kemampuan Anda dalam bertransaksi.
Secara garis besar, ada setidaknya tiga hal yang Anda butuhkan sebelum memulai trading: perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software) dan pengetahuan (knowledge).
Perangkat keras (hardware) di sini maksudnya adalah komputer, laptop, smartphone, atau perangkat elektronik lain yang didukung internet. Ke dalam hardware inilah nanti Anda akan mengoperasikan perangkat lunak (software) untuk trading, yaitu platform trading MetaTrader.
Namun kedua hal di atas tidak akan terlalu berguna jika Anda tidak memiliki pengetahuan (knowledge) yang memadai mengenai trading. Banyak orang terjun ke dunia FOREX trading hanya karena ikut-ikutan teman. Hal ini sungguh riskan karena Anda tidak tau apa yang mendasari tiap trading yang Anda lakukan. Anda perlu belajar FOREX agar punya pengetahuan dan strategi yang tepat. Untuk itulah halaman tutorial FOREX ini hadir ke hadapan Anda.

Everyone Can Trade.

Siapa pun akan bisa mengikuti topik demi topik yang disajikan di halaman edukasi ini, apa pun latar belakangnya. Pelajar/mahasiswa, karyawan/profesional, pengusaha, atau ibu rumah tangga sekalipun. Jika Anda memang benar-benar pemula, yang perlu Anda lakukan hanya mengikuti topik-topik yang disediakan dari awal (Tingkat Pemula) hingga selesai (Tingkat Akhir).



Risk Management & Money Management

By Cak Qodor | At 05.42 | Label : | 0 Comments
Risk Management & Money Management


 Risk management alias manajemen resiko. Resiko merupakan bagian yang tak perpisahkan dari setiap bisnis. Tidak ada bisnis yang bebas dari resiko. Ingatlah hal ini. Dengan demikian, pengetahuan mengenai manajemen resiko dan manajemen modal yang baik mutlak diperlukan.
Manajemen resiko adalah mengenai meminimalkan resiko dengan tujuan memaksimalkan peluang keuntungan. Dengan menerapkan manajemen resiko yang baik, Anda akan memiliki kontrol penuh atas uang Anda. Dibantu dengan manajemen modal yang baik, manajemen resiko akan membantu Anda untuk “menjinakkan” pasar yang liar.
Trading itu ibarat permainan catur. Anda tidak bisa memprediksi seratus persen akurat langkah apa yang akan diambil oleh lawan Anda. Begitu juga dengan trading. Anda tidak akan bisa mengetahui dengan pasti ke mana harga akan bergerak bahkan dalam satu jam ke depan. Salah satu penyebab kegagalan para trader pemula adalah ketidaktahuan mengenai dasar manajemen resiko yang baik.
Dalam chapter ini, Anda akan mempelajari mengenai manajemen resiko juga manajemen modal sebagai salah satu pilar dari 3M (Mind, Method, Money).
Risk Management Tools
Ada tiga metode risk management tools, yaitu: cut loss, switching, dan averaging.

1. Cut Loss
Teknik ini dilakukan dengan cara menutup transaksi yang merugi sesegera mungkin dengan tujuan untuk menghindari resiko kerugian yang lebih besar.


2. Switching
Teknik dilakukan dengan cara menutup posisi yang rugi dan segera mengambil posisi baru yang searah dengan pergerakan harga selanjutnya. Idenya adalah untuk me-recovery kerugian yang diakibatkan oleh posisi transaksi sebelumnya. Teknik ini lebih efektif apabila dilakukan ketika terjadi perubahan arah harga yang cepat dan drastis.

Lakukanlah teknik ini bila Anda sudah benar-benar yakin bahwa pasar akan bergerak cukup kencang, sebab dengan melakukan teknik ini berarti Anda membuka satu posisi baru lagi yang tentu dibayangi resiko kerugian jika ternyata pasar berbalik arah lagi. Kematangan analisis dan tingkat kesiapan mental turut mempengaruhi kesuksesan teknik ini.

3. Averaging
Averaging (atau disebut juga sebagai ‘cost-averaging’) merupakan teknik manajemen resiko yang cukup ekstrim karena pada dasarnya teknik ini mencoba untuk “melawan” pasar. Ide dasarnya adalah pasar tidak mungkin bergerak ke satu arah saja untuk selamanya.

Ingat: teknik ini sangat beresiko. Teknik ini sangat tidak dianjurkan bagi para trader yang memiliki dana minim.
Pengembangan Strategi Averaging
Setidaknya ada tiga teknik yang dikembangkan dari strategi averaging, yaitu pyramiding, martingale dan anti-martingale.

a. Pyramiding
Pyramiding merupakan kebalikan dari cost-averaging. Jika pada cost averaging satu posisi terbuka ditambahkan setiap kali mengalami kerugian, maka dalam pyramiding posisi terbuka tersebut justru ditambahkan setiap kali mendapatkan keuntungan.

Teknik ini akan efektif jka digunakan pada saat pasar berada dalam keadaan trending. Teknik ini tidak akan efektif bila Anda gunakan jika pasar berada dalam keadaan sideways.

b. Martingale
Jika tadi Anda sudah mempelajari teknik averaging yang merupakan teknik yang ekstrim, maka teknik martingale ini merupakan teknik yang lebih ekstrim lagi. Dengan teknik ini, Anda bukan saja akan menambah posisi baru setiap mengalami kerugian namun juga melipatgandakan jumlah transaksinya.

Berbeda dengan teknik pyramiding, teknik ini justru lebih efektif jika digunakan pada saat pasar dalam keadaan cenderung sideways.

c. Anti-martingale
Teknik ini mirip dengan teknik pyramiding, hanya saja jumlah transaksinya dilipatgandakan setiap penambahan keuntungan. Teknik ini juga akan lebih efektif jika digunakan pada saat pasar dalam keadaan trending.

Money Management
Money management ini sebenarnya merupakan bagian dari trading plan. Mengingat tingginya resiko yang akan Anda hadapi di pasar, maka Anda harus memiliki strategi pengelolaan dana yang tepat.
“OK. Saya paham bahwa manajemen modal itu penting. Lalu bagaimana semestinya saya mengelola modal saya?”
Apakah pertanyaan itu yang sekarang ada di benak Anda? 
Sebenarnya ada banyak cara mengelola uang Anda, namun kuncinya tetaplah pembatasan resiko. Berikut ini adalah salah satu metode manajemen modal yang bisa Anda terapkan.
Anggaplah Anda memiliki dana sebesar $10,000 di akun Anda. Lalu Anda tetapkan resiko maksimal untuk setiap transaksi, katakanlah 5% per trade. Ini artinya adalah kerugian maksimal yang mungkin akan Anda derita setiap transaksi adalah sebesar 5% x $10,000 = $500. Jadi, resiko untuk setiap transaksi yang Anda lakukan tidak boleh lebih dari $500.
Seandainya transaksi pertama Anda mengalami kerugian, maka dana Anda masih tersisa sebesar $9,500. Nah, jika Anda ingin melakukan transaksi lagi dengan pembatasan resiko 5% per trade, maka resiko maksimum untuk transaksi selanjutnya adalah sebesar 5% x $9,500 = $475. Demikian seterusnya: pembatasan resiko sebesar 5% itu berdasarkan modal terakhir yang dimiliki.
Selain itu, ada baiknya Anda juga membatasi resiko maksimum dari modal Anda. Misalnya dengan dana $10,000 itu tadi Anda membatasi resiko sebesar 50%, maka sebaiknya Anda berhenti trading atau melakukan evaluasi jika Anda mengalami kerugian hingga $5,000.

Berdasarkan manajemen modal di atas, Anda memiliki peluang untuk melakukan 11 kali transaksi sebelum mencapai resiko 50% dengan asumsi bahwa ke-11 transaksi tersebut loss semua. Masing-masing kerugian sebesar 5% dari Balance terakhir.
Risk-to-reward ratio
Setelah menetapkan pembatasan resiko, barulah kemudian tatapkan target profit Anda. Jika Anda menetapkan batasan resiko sebesar 5% seperti contoh di atas, maka sebaiknya target profit tidak lebih kecil daripada alokasi resikonya. Misalnya, jika resiko per transaksi Anda adalah sebesar 5%, maka Anda bisa menargetkan profit sekitar 6% atau 10% misalnya. Boleh saja jika Anda hanya menargetkan profit sebesar 5%, namun yang perlu Anda ingat adalah jangan sampai resiko menjadi lebih besar daripada peluang. Dengan kata lain, tidaklah bijaksana jika Anda menargetkan keuntungan hanya 4% sementara resiko Anda sebesar 5%.
Perbandingan antara resiko dengan potensi keuntungan ini biasa disebut dengan istilah “risk-to-reward ratio”. Misalnya, jika resiko transaksi Anda 5% namun target keuntungan Anda adalah 10%, maka “risk-to-reward ratio” Anda adalah 1:2.
Win-loss ratio

Sebagaimana yang telah Anda ketahui, tidak mungkin ada analisis yang selalu tepat. Ada saat-saat ketika prediksi Anda meleset. Pada keadaan seperti itu, sangat mungkin Anda akan mengalami kerugian.
Mari kita refresh lagi ingatan kita mengenai sistem trading. Sistem trading yang Anda gunakan haruslah sistem trading yang sudah Anda pelajari dan kuasai. Lebih penting lagi, sistem trading yang Anda gunakan haruslah sistem trading yang sudah terbukti profitable, dengan kata lain sistem bahwa tersebut memiliki akurasi yang cukup baik.
Apa artinya “akurasi yang cukup baik”?
Dengan istilah yang sederhana, tingkat akurasi suatu sistem trading bisa diukur melalui “win-loss ratio”.
Apa itu “win-loss ratio”?
“Win-loss ratio” adalah perbandingan antara transaksi profit dibandingkan dengan transaksi yang merugi. Sebagai contoh: sistem trading Anda menghasilkan lima kali profit dan lima kali loss dalam 10 kali transaksi berturut-turut. Ini artinya bahwa sistem trading yang Anda miliki memiliki win-loss ratio 1:1.
Tentu saja win-loss ratio 2:1 lebih baik daripada1:1, namun perlu disadari bahwa akurasi bukanlah segalanya dalam trading. Dengan bantuan money management dan risk-to-reward ratio yang baik, win-loss ratio 1:1 pun masih bisa menghasilkan akumulasi profit.
Bagaimana bisa?
Mari kita lihat skenario yang disajikan tabel berikut ini:
Modal Awal : $10,000
Resiko Maksimum dari Modal Awal : $5,000 (50% dari modal awal)
Resiko per trade : 5%
Target profit per trade : 6%
Hasil (misal):
Trade P/L (USD) Balance (USD)

Sebagai catatan, resiko per trade sebesar 5% tersebut di atas adalah angka maksimum. Bisa saja nantinya transaksi yang Anda lakukan hanya mengalokasikan resiko sebesar 4% atau lebih kecil lagi, tergantung pada situasi pasar atau kekuatan sinyal yang muncul dari sistem trading Anda.
Nah, pertanyaannya sekarang mungkin adalah: berapa lot per trade?
Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda harus kembali lagi ke money management yang telah ditetapkan sebelumnya.
Misalnya Anda memiliki modal sebesar $10,000 dengan pembatasan resiko per transaksi adalah 5% ($500).
Lalu sistem trading Anda menunjukkan sinyal buy atau sell, dengan batasan stop loss berdasarkan analisis teknikal (support/resistance) sejauh 50 pips dari level entry Anda. Dengan asumsi bahwa 1 pip adalah setara dengan $1 (mini account), artinya stop loss sebesar 50 pips tersebut senilai dengan $50.
Padahal, resiko per transaksi yang sudah Anda tetapkan adalah sebesar $500 (5% dari $10,000). Dengan demikian, Anda bisa melakukan transaksi sebanyak 10 lot mini account (perhitungannya: $500 dibagi $50).
Contoh lain: batasan stop loss berdasarkan support/resistance adalah sejauh 100 pips dari level entry Anda. Artinya resiko yang dihadapi adalah sebesar $100 (asumsi 1 pip = $1).
Padahal, resiko per transaksi sudah ditetapkan sebesar $500 (5% dari 10,000). Berdasarkan situasi tersebut, berapa lot yang boleh Anda pergunakan untuk transaksi?
Benar. Anda hanya boleh melakukan transaksi sebesar 5 (lima) lot saja. Perhitungannya adalah: $500 (resiko per transaksi) dibagi $100 (stop loss).



Analisa Forex

By Cak Qodor | At 05.32 | Label : | 0 Comments
 USDJPY mulai melangkah ke selatan, ditengarai karena permintaan terhadap mata uang safe haven yen mulai meningkat saat ekuitas Asia bergerak turun dan dolar Australia mengalami tekanan kuat.
Sementara itu greenback bertahan stabil terhadap sebagian rivalnya pada hari Rabu, menunjukkan sedikit reaksi terhadap pidato kenegaraan Presiden AS Donald Trump yang menyentuh masalah perdagangan dan anggaran tetapi memberikan sedikit kejutan kepada investor.
Dalam pidato tahunan pada hari Selasa waktu setempat yang menguraikan prioritas sang presiden untuk tahun yang akan datang, Presiden Trump mengatakan bahwa imigrasi ilegal adalah krisis nasional yang mendesak dan menegaskan kembali sumpahnya untuk membangun tembok perbatasan AS-Meksiko.
Trump juga mengatakan setiap perjanjian perdagangan dengan China harus mencakup perubahan struktural yang nyata untuk mengakhiri praktik perdagangan yang tidak adil, mengurangi defisit perdagangan kronis AS dan melindungi pekerjaan Amerika.
Pergerakan turun ini menjadi koreksi dari pergerakan naik USDJPY kemarin saat pair ini berakhir di 109.94 atau lebih tinggi 0,05% dari penutupan sesi Senin.
Namun USDJPY masih berpotensi sideways karena hingga menjelang sesi Eropa terlihat bergerak di atas support kuat pada grafik 4-jam.
Support-support intraday terdekat dari harga saat ini berada di zona 109.50- 109.40, 109.20 dan 109.00. Sedangkan resistance-resistance intraday terlihat di 109.82, 110.15, dan 110.25.

Posting Lama ►
 

Copyright © BSM TRADING - All Rights Reserved