Analisa fundamental merupakan salah satu
faktor yang sangat penting dalam trading di pasar forex. Analisa
fundamental tidak hanya fokus pada rilis data fundamental atau peristiwa
ekonomi penting, tetapi juga pada berbagai aspek yang mempengaruhi
perekonomian suatu negara termasuk peristiwa politik, regulasi sistem
keuangan, pengaruh sosial dan berbagai aspek kehidupan dalam masyarakat.
Pada kenyataannya, analisa fundamental memiliki lebih banyak indikator
dibandingkan dengan analisa teknikal, namun dalam prakteknya hanya
beberapa indikator penting yang berdampak terhadap pergerakan mata uang
saja yang perlu diperhatikan para trader. Artikel ini mengulas secara
singkat pokok-pokok analisa fundamental yang perlu diketahui dalam
trading di pasar forex.
Mengetahui kondisi ekonomi makro secara global
Ekonomi makro adalah dasar analisa fundamental. Mengetahui siklus ekonomi yang sedang terjadi, kebijakan pemerintah suatu negara dalam mengendalikan tingkat inflasi, memacu pertumbuhan ekonomi, mengatur anggaran belanja dan pemasukan negara yang antara lain melalui pendapatan pajak. Seluruh proses tersebut merupakan rangkaian yang bisa mempengaruhi pergerakan nilai uang suatu negara terhadap mata uang negara lain. Situasi politik global juga mempengaruhi fluktuasi mata uang utama dunia. Misalnya era inflasi tinggi tahun 1970-an adalah akibat kejadian-kejadian politik yang mempengaruhi fundamental ekonomi negara-negara besar, demikian juga hyper-inflasi di Jerman pasca perang dunia pertama.
Ekonomi makro adalah dasar analisa fundamental. Mengetahui siklus ekonomi yang sedang terjadi, kebijakan pemerintah suatu negara dalam mengendalikan tingkat inflasi, memacu pertumbuhan ekonomi, mengatur anggaran belanja dan pemasukan negara yang antara lain melalui pendapatan pajak. Seluruh proses tersebut merupakan rangkaian yang bisa mempengaruhi pergerakan nilai uang suatu negara terhadap mata uang negara lain. Situasi politik global juga mempengaruhi fluktuasi mata uang utama dunia. Misalnya era inflasi tinggi tahun 1970-an adalah akibat kejadian-kejadian politik yang mempengaruhi fundamental ekonomi negara-negara besar, demikian juga hyper-inflasi di Jerman pasca perang dunia pertama.
Namun demikian ketika kondisi politik
global relatif tidak bergejolak, perekonomian cenderung tumbuh seiring
dengan inovasi baru di bidang teknologi yang memacu produktivitas tinggi
(fase booming), hingga cenderung meninmbulkan keadaan bubbles
(menggelembung tak terkendali) dan pada akhirnya menyebabkan kontraksi.
Siklus ekonomi tersebut sangat mempengaruhi iklim investasi dan juga
pergerakan nilai mata uang. Ketika fase booming telah usai, aktivitas spekulasi dan investasi biasanya menurun dan permintaan mata uang juga berkurang.

Mengetahui kebijakan moneter negara-negara mata uang utama dunia
Kebijakan moneter bank sentral berpengaruh langsung terhadap nilai tukar mata uang suatu negara. Yang paling diperhatikan pelaku pasar forex adalah tingkat suku bunga. Jika bank sentral menaikkan suku bunga maka permintaan mata uang negara tersebut akan meningkat hingga nilai tukarnya terhadap mata uang negara lain akan menguat, sebaliknya bila bank sentral menurunkan tingkat suku bunga. Perbedaan tingkat suku bunga yang cukup besar antara 2 negara cenderung menyebabkan carry trade. Dalam menentukan tingkat suku bunga biasanya bank sentral melihat pada tingkat inflasi dan pertumbuhan, dengan mengatur jumlah uang yang beredar.
Kebijakan moneter bank sentral berpengaruh langsung terhadap nilai tukar mata uang suatu negara. Yang paling diperhatikan pelaku pasar forex adalah tingkat suku bunga. Jika bank sentral menaikkan suku bunga maka permintaan mata uang negara tersebut akan meningkat hingga nilai tukarnya terhadap mata uang negara lain akan menguat, sebaliknya bila bank sentral menurunkan tingkat suku bunga. Perbedaan tingkat suku bunga yang cukup besar antara 2 negara cenderung menyebabkan carry trade. Dalam menentukan tingkat suku bunga biasanya bank sentral melihat pada tingkat inflasi dan pertumbuhan, dengan mengatur jumlah uang yang beredar.