Untuk anda para pengguna analisis fundamental , tentunya sangat diperlukan sekali mengerti indikator ekonomi yang mempengaruhi harga mata uang suatu Negara. Dan ketika anda mempelajari hal tersebut, anda pasti dihadapkan dengan permasalahan suatu Negara dan harus setiap saat anda amati. Yah itung-itung sambil belajar tentang mata kuliah ekonomi makro….hihihihi,tapi tenang …. Ini tidak seribet dan sesulit yang anda fikirkan , asal anda tertib dalam mengamati berita perekonomian suatu Negara.
Secara umum, indikator-indikator ekonomi
yang dirilis oleh pemerintah maupun organisasi-organisasi swasta memang
dapat digunakan untuk melihat kinerja perekonomian suatu negara. Nah,
berdasarkan penilaian tersebut, kemudian akan timbul sentimen positif
(optimis) mapun negatif (pesimis) terhadap kebijakan maupun kondisi
perekonomian suatu negara yang ujung-ujungnya akan mempengaruhi nilai
mata uang negara tersebut. Sebagai seorang trader, intinya kita harus
memahami bagamana pengaruh indikator perekonomian terhadap nilai mata
uang yang nantinya harus kita ambil kesimpulan pengaruhnya terhadap
harga pairs yang kita perdagangkan. Misalnya, kalo tingkat pengangguran
di USA meningkat, berarti kecenderungan harga EUR/USD naik ato turun,
dst. Mari kita simak indikator-indikator yang berpengaruh relatif besar
terhadap forex trading antara lain:
Angka pengangguran dan tingkat inflasi.
Ketika angka pengangguran dan inflasi meningkat, ini mencerminkan
kondisi politik yang kurang baik, sehingga cenderung terjadi sentiment
negatif yang akan menurunkan nilai mata uang negara yang bersangkutan.
Produk domestik bruto, atau PDB. PDB
dianggap indikator yang paling umum untuk menilai kondisi perekonomian
sebuah negara. Produk domestik bruto merupakan total nilai pasar semua
barang dan jasa yang biasanya diproduksi dalam suatu negara
tertentu. PDB biasanya diukur dalam jangka waktu satu tahun, dan tidak
dalam beberapa minggu atau bulan karena dengan periode waktu yang lebih
besar akan lebih bagus dalam penggambaran statistik terhadap produk dan
jasa yang diproduksi di suatu negara. Oleh karena itu, indikator ini
tidak digunakan sendirian dalam forex trading. PDB dianggap sebagai
indikator lagging, yang berarti merupakan faktor terukur yang berubah
setelah perekonomian sudah mulai mengikuti tren tertentu.
Laporan penjualan ritel adalah
faktor ekonomi ketiga yang sering digunakan dalam forex
trading. Indikator ini menunjukkan penerimaan total dari semua toko
ritel di sebuah negara. Indikator ini dianggap sebagai indikator ekonomi
yang sangat handal dan penting karena pola belanja konsumen yang
diharapkan sepanjang tahun. Faktor ini biasanya lebih penting dibanding
lagging indikator dan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang
keadaan ekonomi di suatu negara.
Laporan produksi industri. Laporan
ini menunjukkan fluktuasi dalam produksi di industri seperti pabrik,
dan utilitas. Laporan ini melihat produksi aktual dalam kaitannya dengan
potensi kapasitas produksi selama periode waktu. Ketika suatu negara
memproduksi pada kapasitas maksimum secara positif mempengaruhi nilai
mata uang dan dianggap sebagai kondisi yang ideal.
Indeks harga konsumen, atau CPI,
adalah indikator ekonomi terakhir penting dalam menganalisis forex. CPI
adalah ukuran dari perubahan dalam harga barang-barang konsumen di 200
kategori. Laporan ini dapat memberitahu apakah suatu negara membuat atau
kehilangan uang pada produk dan layanan mereka.
Laporan terhadap indikator-indikator
tersebut biasanya dirilis secara berkala untuk setiap negara. Hal ini
tentu saja memudahkan trader untuk bersiap-siap “menyambut” rilis
laporan tersebut dan tentu saja berusaha mengambil profit dari
pergerakan harga yang lumayan kenceng saat menjelang dan setelah news
release tersebut. Jadi, sebagai trader yang baik, sebaiknya anda
memahami bagaimana membaca indikator perekonomian tersebut dan catat
tanggal mainnya, eh, kapan rilisnya, maksudnya! Hihihi..