Type chart yang satu ini menurut saya adalah indikator yang “wajib” dipahami oleh trader.
Karena dengan pemahaman terhadap candlestick akan sangat membantu
seorang trader dalam memahami pergerakan chart. Bahkan, biarpun seorang
trader bilang dia trading tanpa indikator alias naked chart, biasanya
sih dia masih berpatokan pada candlestick. Candlestick sebenarnya
memberikan informasi yang hampir serupa dengan bar chart, tetapi dengan
tampilan yang lebih menarik dan informatif.
Candlestick inilah chart yang paling
mudah diintepretasikan, karena masing-masing sudah memberikan informasi
tentang kekuatan buy-sell, selain juga harga open-closed-nya.
Mari kita perhatikan struktur dari sebuah candlestick.
Mari kita perhatikan struktur dari sebuah candlestick.
Candlestick terbentuk dari data open, high, low dan close: Apabila dalam satu rentang waktu close di atas open, maka candlestick transparan atau putih akan terbentuk. Apabila close di bawah open, maka candlestick hitam
akan terbentuk. Bagian putih atau hitam dari candlestick disebut body
atau badan. Garis vertical di atas atau dibawah body menggambarkan range
high/low dan disebut sebagai shadow atau bayangan atau ada yang
menyebutnya ekor.