Dalam forex trading, harga yang terbentuk
sebenarnya menuruti mekanisme kekuatan buy-sell yang ada di pasar. Oleh
karena itu, ada level-level harga tertentu yang biasanya menjadi level
psikologis, yang “disepakati” oleh para trader. Contohnya, ketika para
trader sudah menganggap level harga saat ini sudah terlalu tinggi, maka
mereka akan cenderung mengakhiri aksi buy dengan melakukan profit
taking. Tindakan inilah yang menyebabkan harga turun setelah mencapai
lever tinggi tertentu, yang kemudian diartikan sebagai level resistance.
Sebaliknya, ada level harga yang oleh
para trader dianggap sudah cukup rendah, sehingga mereka yang sell akan
melakukan take profit. Sebagai akibatnya, harga akan terkoreksi naik.
Inilah yang menjadi cikal bakal level support. Untuk lebih jelasnya, coba perhatikan gambar berikut:
Nah, apabila kita bisa mengetahui titik-titik support-resistance ini,
maka kita bisa tahu, kapan sebaiknya melakukan buy, kapan sebaiknya
sell dan kapan sebaiknya take profit. Masalahnya sekarang, bagaimana menentukan titik-titik tersebut? Yang paling biasa dilakukan adalah dengan menghitung pivot atau dengan menggunakan patokan fibonacci.
